<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fahrialz's Weblog</title>
	<atom:link href="http://fahrialz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fahrialz.wordpress.com</link>
	<description>Coba dan rasakan, kedamaian itu ada..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2008 09:11:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fahrialz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9e259d418bf15e61570b8715b350eead?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fahrialz's Weblog</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fahrialz.wordpress.com/osd.xml" title="Fahrialz&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Dampak media terhadap masyarakat</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/18/dampak-media-terhadap-masyarakat/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/18/dampak-media-terhadap-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 09:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[
GLOBALISASI MEDIA
 
Tahun 2008 adalah tahun dimana Indonesia telah memasuki era globalisasi. Sebuah zaman dimana masyarakat harus bisa mengunakan teknologi multimedia yang baru. Mau tidak mau kita harus menjalaninya. Tidak hanya itu dunia penyiaran juga meningkat. Terhitung lebih dari 10 stasiun televise menghiasi layar kaca televise kita.itu belum termasuk televise daerah.
Dari stasiun televise itu mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=79&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT">GLOBALISASI MEDIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT">Tahun 2008 adalah tahun dimana Indonesia telah memasuki era globalisasi. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Sebuah zaman dimana masyarakat harus bisa mengunakan teknologi multimedia yang baru. Mau tidak mau kita harus menjalaninya. Tidak hanya itu dunia penyiaran juga meningkat. Terhitung lebih dari 10 stasiun televise menghiasi layar kaca televise kita.itu belum termasuk televise daerah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Dari stasiun televise itu mereka menawarkan acara-acara yang mereka prediksi sangat dibutuhkan oleh masyarakat informasi. Mulai dari acara hiburan,olahraga, dll. Dampak positifnya masyarakat menjadi punya banyak pilihan acara. Jadi kalau mereka bosan mereka tinggal pindah channel. Dampak negatifnya kemungkinan akan terjadi persaingan yang tidak sehat diantara stsiun televise-televisi itu. Sebut saja MNC(RCTI,TPI,Global TV) dengan Duo Trans(Trans TV, Trans 7).memang kita belum dengar ada berita yang kurang menyenangkan dari dampak itu tapi kemungkinan itu masih akan mungkin terjadi. Tidak hanya itu masyarakat pasti juga akan bingung jika acara televise pada saat itu sedang bagus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Peran media massa dalam kehidupan sosial, terutama dalam masyarakat modern tidak ada yang menyangkal.ada enam perspektif dalam hal melihat peran media.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pertama, </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">melihat media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> sebagai <strong><em>window on event and experience</em></strong>. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">sana</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kedua</span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">, media juga sering dianggap sebagai <strong><em>a mirror of event in society and the world, implying a faithful reflection. </em></strong>Cermin berbagai peristiwa yang ada di<strong><em> </em></strong>masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola<strong><em> </em></strong>media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik,<strong><em> </em></strong>pornografi dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya<strong><em> </em></strong>demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka.<strong><em> </em></strong>Padahal sesungguhnya, <strong><em>angle</em></strong>, arah dan <strong><em>framing </em></strong>dari isi yang dianggap sebagai cermin<strong><em> </em></strong>realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media, dan khalayak tidak<strong><em> </em></strong>sepenuhnya bebas untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.<strong><em></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ketiga, </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">memandang media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> sebagai filter, atau <strong><em>gatekeeper </em></strong>yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih issue, informasi atau bentuk <strong><em>content </em></strong>yang lain berdasar standar para pengelolanya. Di sini khalayak “dipilihkan” oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui dan mendapat perhatian .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Keempat, </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> acapkali pula dipandang sebagai penunjuk jalan atau <strong><em>interpreter</em></strong>, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternative yang beragam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kelima, </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">melihat media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan umpan balik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Keenam, </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> sebagai <strong><em>interlocutor, </em></strong>yang tidak hanya sekadar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif. Pendeknya, semua itu ingin menunjukkkan, peran media dalam kehidupan social bukan sekedar sarana <strong><em>diversion</em></strong>, pelepas ketegangan atau hiburan, tetapi isi dan informasi yang disajikan, mempunyai peran yang signifikan dalam proses sosial. Isi media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> merupakan konsumsi otak bagi khalayaknya, sehingga apa yang ada di media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> akan mempengaruhi realitas subjektif pelaku interaksi sosial. Gambaran tentang realitas yang dibentuk oleh isi media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> inilah yang nantinya mendasari respon dan sikap khalayak terhadap berbagai objek sosial. Informasi yang salah dari media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> akan memunculkan gambaran yang salah pula terhadap objek sosial itu. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Karenanya media massa dituntut menyampaikan informasi secara akurat dan berkualitas. Kualitas informasi inilah yang merupakan tuntutan etis dan moral penyajian media massa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV">GLOBALISASI MEDIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Bertolak dari besarnya peran media massa dalam mempengaruhi pemikiran khalayaknya, tentulah perkembangan media massa di Indonesia pada massa akan datang harus dipikirkan lagi. Apalagi menghadapi globalisasi media massa yang tak terelakan lagi. Globalisasi media massa merupakan proses yang secara nature terjadi, sebagaimana jatuhnya sinar matahari, sebagaimana jatuhnya hujan atau meteor. Belum lagi membajirnya program-program tayangan dan produk rekaman tanpa dapat dibendung. Lantas bagaimana bagi negara berkembang seperti Indonesia menyikapi fenomena transformasi media terhadap perilaku masyarakat dan budaya? Bukankah globalisasi media dengan segala nilai yang dibawanya seperti lewat televisi, radio, majalah, Koran, buku, film, vcd dan kini lewat internet sedikit banyak akan berdampak pada kehidupan masyarakat? Saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalamai serbuan yang hebat dari berbagai produk. Atau disebut juga Indonesia sedang <strong>kebanjiran informasi </strong>atau <strong>Overload</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV">Belum lagi beredarnya VCD porno yang sekarang beredar dimana-mana. Hal itu juga bisa menjadi dampak media. Walaupun media pornografis bukan barang baru bagi Indonesia, namun tidak pernah dalam skala seluas sekarang. Bahkan beberapa orang asing menganggap Indonesia sebagai “surga pornografi” karena sangat mudahnya mendapatkan produk-produk pornografi dan harganya pun murah. Kebebasan pers yang muncul pada awal reformasi ternyata dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang tidak bertanggungjawab, untuk menerbitkan produk-produk pornografi. Mereka menganggap pers mempunyai kemerdekaan yang dijamin sebagai hak asasi warga Negara dan tidak dikenakan penyensoran serta pembredelan. Padahal dalam undang-undang pers hal itu pasti sudah diatur. Dalam media audio-visualpun, ada Undang-undang yang secara spesifik mengatur pornografi. Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui media yang kian terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV">baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Padahal, kita menyadari belum semua warga negara mampu menilai sampai dimana kita sebagai bangsa berada. Begitulah, misalnya, banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku. Terutama masalah pornografi, dimana sekarang wanita-wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari Amerika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim, kemudian ditiru habis-habisan. Sehingga kalau kita berjalan-jalan di mal atau tempat publik sangat mudah menemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim mengumbar aurat. </span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="IT">Di mana budaya itu sangat bertentangan dengan norma yang ada di Indonesia. </span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV">Belum lagi maraknya kehidupan <strong><em>free sex </em></strong>di kalangan remaja masa kini. Terbukti dengan adanya video porno yang pemerannya adalah orang-orang Indonesia. Di sini pemerintah dituntut untuk bersikap aktif tidak masa bodoh melihat perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Menghimbau dan kalau perlu melarang berbagai sepak terjang masyarakt yang berperilaku tidak semestinya. Misalnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono, menyarankan agar televisi tidak menayangkan goyang erotis dengan puser atau perut kelihatan. Ternyata dampaknya cukup terasa, banyak televisi yang akhirnya tidak menayangkan para artis yang berpakaian minim.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="IT"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="IT">SOLUSI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="IT">Sekarang di Indonesia telah memasuki era Globalisasi. </span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV">Kita tidak mungkin untuk mengelak. Melalui media massa pun, kita dapat membangun opini publik, karena media mempunyai kekuatan mengkonstruksi masyarakat. Misalnya melalui pemberitaan tentang dampak negatif pornografi, komentar para ahli dan tokok-tokoh masyarakat yang anti pornografi atau anti media pornografi serta tulisan-tulisan, gambar dan surat pembaca yang berisikan realitas yang dihadapi masyarakat dengan maraknya pornografi, maka media dapat dengan cepat mengkonstrusikan masyarakat secara luas karena jangkauannya yang jauh. Dalam Sosiologi Komunikasi, dikenal adanya <strong><em>opinion</em></strong> <strong><em>leader </em></strong>atau pemuka pendapat. Mereka memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak laku dalam cara-cara tertentu. Melalui pemuka pendapat seperti tokoh agama, sesepuh desa, kepala desa, pesan-pesan tentang bahaya media pornografi dapat disampaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="SV">Tapi yang lebih penting lagi adalah ketegasan pemerintah dalam menerapkan hukum baik <span>Undang-Undang Pers</span>, <span>Undang-undang Perfilman<strong> </strong></span>dan <span>Undang-Undang</span> <span>Penyiaran </span>secara tegas dan konsiten di samping tentu saja partisipasi dari masyarakat untuk bersam-sama mencegah dampak buruk dari globalisasi media yang kalau dibiarkan bisa menghancurkan negeri ini.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=79&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/18/dampak-media-terhadap-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanya sebuah impian</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/18/hanya-sebuah-impian/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/18/hanya-sebuah-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 09:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[

1.EXT SUASANA LANGIT KOTA BANDUNG – PAGI HARI 
Di hari pagi yang cerah  
FROG EYES
2.EXT SUASANA JALAN BANDUNG 
 
hiruk pikuk kota bandung .
PAN RIGHT 
3.EXT SUASANA DEPAN GEDUNG ASIA-AFRIKA  
Seorang laki-laki, mereka bersiap-siap untuk pergi ke gedung asia afrika
PAN RIGHT
INTER CUT
 
DIA TERDIAM 
  LOW ANGEL
4. EXT SUASANA DEPAN GEDUNG ASIA-AFRIKA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=75&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">1.EXT SUASANA LANGIT<span> </span>KOTA BANDUNG – PAGI HARI<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Di hari pagi yang cerah <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">FROG EYES</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">2.EXT SUASANA JALAN BANDUNG<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">hiruk pikuk kota bandung .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">PAN RIGHT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">3.EXT SUASANA DEPAN GEDUNG ASIA-AFRIKA <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Seorang laki-laki, mereka bersiap-siap untuk pergi ke gedung asia afrika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">DIA TERDIAM </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>LOW ANGEL</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">4. EXT SUASANA DEPAN GEDUNG ASIA-AFRIKA<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">DIA TERDIAM * ( DIA KEMBALI BERJALAN MUNDUR)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span> </span><span> </span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">LOW ANGEL</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Seorang laki-laki, mereka bersiap-siap untuk pergi ke gedung asia afrika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">5.EXT SUASANA JALAN BANDUNG<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">hiruk pikuk kota bandung .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">PAN RIGHT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">6.EXT SUASANA LANGIT<span> </span>KOTA BANDUNG – PAGI HARI<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Di hari pagi yang cerah<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">FROG EYES</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">7.EXT SUASANA LANGIT<span> </span>KOTA BANDUNG – PAGI HARI<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT">Di hari pagi yang cerah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT">FROG EYES</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">8.EXT SUASANA JALAN BANDUNG<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">hiruk pikuk kota bandung .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">PAN RIGHT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">9.EXT SUASANA DEPAN GEDUNG ASIA-AFRIKA<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Seorang laki-laki, mereka bersiap-siap untuk pergi ke gedung asia afrika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">DIA TERDIAM </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>LOW ANGEL</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">10. EXT DEPAN </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">ASIA</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> AFRIKA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mengambil sebuah mawar diplataran gedung asia afrika,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">INTER CUT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">11. EXT GEDUNG MERDEKA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Dia berlari sekencangnya untuk mendapatkan impiannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>LONG SHOOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">INTER CUT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>Dia melihat gadis </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">impiannya telah pergi meninggalknya dengan seaeorang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">VERY LONG SHOOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Kelompok :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">-Fahrial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Skrip Film Pendek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">UNPAD-JICC 2007</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=75&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/18/hanya-sebuah-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makalah Kuliah Pancasila</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/05/makalah-kuliah-pancasila/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/05/makalah-kuliah-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 01:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[


  
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr wb.
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan kurnia-Nya saya dapat  menyelesaikan makalah ini. Pembuatan makalah ini didasarkan sebagai tugas untuk mendaptkan nilai dari mata kuliah Pancasila
Dalam makalah ini, penulis mengambil judul mengenai Pancasila sebagai Filsafat/Falsafat Bangsa Negara Indonesia yang berisikan pendapat-pendapat dari orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=71&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--><br />
<!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"><span> </span><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:200%;font-family:&quot;">KATA PENGANTAR</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Assalamualaikum wr wb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan kurnia-Nya saya dapat <span> </span>menyelesaikan makalah ini. Pembuatan makalah ini didasarkan sebagai tugas untuk mendaptkan nilai dari mata kuliah Pancasila</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Dalam makalah ini, penulis mengambil judul mengenai Pancasila sebagai Filsafat/Falsafat Bangsa Negara </span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"> yang berisikan pendapat-pendapat dari orang yang ahli dalam bidangnya. Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Ibu<span> </span>Ir. Ausvianty yang telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas pancasila ini </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Walau bagaimanapun juga makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu saya memohon kritik dan saran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Wasalammualaikum Wr.Wb</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:.5in;line-height:200%;" align="right"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Jakarta</span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">, February 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:.5in;line-height:200%;" align="right"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:.5in;line-height:200%;" align="right"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Penulis</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<h1 style="text-align:center;line-height:200%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:16pt;line-height:200%;">Ideologi Pancasila di tengah Perubahan Dunia</span></span></h1>
<p style="line-height:200%;"><!--[if gte vml 1]&gt;                      &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/Mima/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="D" width="18" height="23" align="left" /><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">UNIA berkembang dan berubah dengan sangat cepat, dan perubahan yang terjadi itu ikut mewarnai kehidupan bangsa kita secara fundamental. </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Ada</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> beberapa penulis buku yang melalui konsep-konsepnya telah berhasil memotret realitas zaman yang sedang kita jalani ini. Di antaranya adalah Rowan Gibson (1997) yang menyatakan bahwa <em>The road stop here</em>. Masa di depan kita nanti akan sangat lain dari masa lalu, dan karenanya diperlukan pemahaman yang tepat tentang masa depan itu. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">New time call for new organizations</span></em><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, dengan tantangan yang berbeda diperlukan bentuk organisasi yang berbeda, dengan ciri efisiensi yang tinggi. <em>Where do we go next;</em> dengan berbagai perubahan yang terjadi, setiap organisasi-termasuk organisasi negara-perlu merumuskan dengan tepat arah yang ingin dituju. Peter Senge (1994) mengemukakan bahwa ke depan terjadi perubahan dari <em>detail complexity</em> menjadi <em>dynamic complexity</em> yang membuat interpolasi menjadi sulit. Perubahan-perubahan terjadi sangat mendadak dan tidak menentu. Rossabeth Moss Kanter (1994) juga menyatakan bahwa masa depan akan didominasi oleh nilai-nilai dan pemikiran <em>cosmopolitan</em>, dan karenanya setiap pelakunya, termasuk pelaku bisnis dan politik dituntut memiliki 4 C, yaitu <em>concept, competence, connection,</em> dan <em>confidence</em>. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Peran Ideologi </span></span><span style="text-decoration:underline;"></span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sejak berakhirnya perang dingin yang kental diwarnai persaingan ideologi antara blok Barat yang memromosikan liberalisme-kapitalisme dan blok Timur yang mempromosikan komunisme-sosialisme, tata pergaulan dunia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Beberapa kalangan mengatakan bahwa setelah berakhirnya perang dingin yang ditandai dengan bubarnya negara Uni Soviet dan runtuhnya tembok Berlin-di akhir dekade 1980-an- dunia ini mengakhiri periode bipolar dan memasuki periode multipolar. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Periode multipolar yang dimulai awal 1990-an yang kita alami selama sekitar satu dekade, juga pada akhirnya disinyalir banyak pihak terutama para pengamat politik internasional, telah berakhir setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden George Bush memromosikan doktrin unilateralisme dalam menangani masalah internasional sebagai wujud dari konsepsi dunia unipolar yang ada di bawah pengaruhnya. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Dapat disimpulkan bahwa era persaingan ideologis dalam dimensi global telah berakhir. Saat ini kita belum dapat membayangkan bahwa dalam waktu dekat akan muncul kembali persaingan ideologis yang keras yang meliputi seluruh wilayah dunia ini. Dunia sekarang ini cenderung masuk kembali ke arah persaingan antarbangsa dan negara, yang dimensi utamanya terletak pada bidang ekonomi karena setiap negara sedang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga bangsanya. Dalam era yang seperti ini, kedudukan ideologi nasional suatu negara akan berperan dalam mengembangkan kemampuan bersaing negara yang bersangkutan dengan negara lainnya. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> dengan berdasarkan Pancasila. Dengan ideologi nasional yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Kesadaran Berbangsa</span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sebenarnya, proses reformasi selama enam tahun belakangan ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk merevitalisasi semangat dan cita-cita para pendiri negara kita untuk membangun negara Pancasila ini. Sayangnya, peluang untuk melakukan revitalisasi ideologi kebangsaan kita dalam era reformasi ini masih kurang dimanfaatkan. Bahkan dalam proses reformasi-selain sejumlah keberhasilan yang ada, terutama dalam bidang politik-juga muncul ekses berupa melemahnya kesadaran hidup berbangsa. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Manifestasinya muncul dalam bentuk gerakan separatisme, tidak diindahkannya konsensus nasional, pelaksanaan otonomi daerah yang menyuburkan etnosentrisme dan desentralisasi korupsi, demokratisasi yang dimanfaatkan untuk mengembangkan paham sektarian, dan munculnya kelompok-kelompok yang memromosikan secara terbuka ideologi di luar Pancasila. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Patut disadari oleh semua warga bangsa bahwa keragaman bangsa ini adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dikembangkan karena bangsa ini perlu hidup dalam keberagaman, kesetaraan, dan harmoni. Sayangnya, belum semua warga bangsa kita menerima keragaman sebagai berkah. Oleh karenanya, kita semua harus menolak adanya konsepsi hegemoni mayoritas yang melindungi minoritas karena konsep tersebut tidak sesuai dengan konsep Negara Kesatuan Republik </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 1945 terbentuk dengan karakter utamanya mengakui pluralitas dan kesetaraan antarwarga bangsa. Hal tersebut merupakan kesepakatan bangsa kita yang bersifat final. Oleh karenanya, NKRI tidak dapat diubah menjadi bentuk negara yang lain dan perubahan bentuk NKRI tidak akan difasilitasi oleh NKRI sendiri. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Cita-cita yang mendasari berdirinya NKRI yang dirumuskan <em>founding fathers</em> telah membekali kita dengan aspek-aspek normatif negara bangsa yang menganut nilai-nilai yang sangat maju dan modern. Oleh sebab itu, tugas kita semua sebagai warga bangsa untuk mengimplementasikannya secara konkret. NKRI yang mengakui, menghormati keragaman dan kesetaraan adalah pilihan terbaik untuk mengantarkan masyarakat kita pada pencapaian kemajuan peradabannya. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Perlu disadari oleh semua pihak bahwa proses demokratisasi yang sedang berlangsung ini memiliki koridor, yaitu untuk menjaga dan melindungi keberlangsungan NKRI, yang menganut ideologi negara Pancasila yang membina keberagaman, dan memantapkan keseta-raan. Oleh karenanya, tidak semua hal dapat dilakukan dengan mengatasnamakan demokrasi. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. Karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi. Setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini, setiap warga negara </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> yang mencintai negara dan bangsa ini berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, prestasi bangsa kita akan menentukan posisi Pancasila di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang. * </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Penulis adalah Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:16pt;line-height:200%;color:black;">Penyegaran Pemahaman terhadap Pancasila </span></span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:12pt;line-height:200%;">
<p>Oleh As’ad Said Ali</p>
<p>Era reformasi menyadarkan bahwa di satu sisi Pancasila telah menyelamatkan bangsa <span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> dari ancaman disintegrasi selama lebih dari tiga dasawarsa, namun sebaliknya sakralisasi dan penggunaan berlebihan dari ideologi negara dalam format politik Orde Baru juga membuahkan kritik dan protes terhadap Pancasila.<br />
Sejarah implementasi Pancasila memang tidak menunjukkan garis lurus, bukan dalam pengertian keabsahan substansialnya, tapi dalam konteks implementasinya. Tantangan terhadap Pancasila sebagai kristalisasi pandangan politik berbangsa dan bernegara bukan hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga internasional. Banyak ideologi-ideologi mancanegara yang turut bertarung di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">.<br />
Kini gelombang demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme dan globalisme bahkan telah memasuki cara pandang dan cara berpikir masyarakat </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">. Hal demikian bisa meminggirkan Pancasila dan bisa menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Dalam suasana demikian, bisa saja solidaritas global menggeser kesetiaan nasional. Internasionalisme menggeser nasionalisme.</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ijtihad Politik</span><br />
Pada masa Bung Karno, Pancasila dipahami berdasarkan paradigma yang berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh tajamnya konflik ideologi. Pada saat itu kondisi politik dan keamanan dalam negeri diliputi oleh kekacauan dan kondisi sosial-budaya berada dalam suasana transisional dari masyarakat terjajah (inlander) menjadi masyarakat merdeka.<br />
Dalam mengimplentasikan Pancasila, Bung Karno melakukan pemahaman Pancasila dengan paradigma yang disebut USDEK. Untuk memberi arah perjalanan bangsa, beliau menekankan pentingnya memegang teguh UUD 45, sosialisme ala Indonesia, demokrasi terpimpin, ekonomi terpimpin dan kepribadian nasional.<br />
Hasil dari ijtihad politik Bung Karno sudah kita ketahui bersama, yakni kudeta PKI dan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, tapi posisi Indonesia tetap dihormati dunia internasional dan integritas wilayah serta semangat kebangsaan dapat ditegakkan.<br />
Pada masa Orde Baru, Pak Harto melakukan ijtihad politik dengan melakukan pemahaman Pancasila melalui apa yang disebut dengan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Ekaprasetia Pancakarsa. Itu tentu saja didasarkan pada pengalaman era sebelumnya dan situasi baru yang dihadapi bangsa.<br />
Situasi internasional kala itu masih diliputi konflik perang dingin. Situasi politik dan keamanan dalam negeri kacau dan ekonomi hampir bangkrut. Kita dihadapkan pada pilihan yang sulit, memberikan sandang dan pangan kepada rakyat atau mengedepankan kepentingan strategi dan politik di arena internasional seperti yang dilakukan oleh Bung Karno.<br />
Dilihat dari konteks zaman, ijtihad politik Pak Harto tentang Pancasila, diliputi oleh paradigma yang esensinya adalah bagaimana menegakkan stabilitas guna mendukung rehabilitasi dan pembangunan ekonomi. Istilah terkenal pada saat itu adalah stabilitas politik yang dinamis diikuti dengan trilogi pembangunan. Perincian pemahaman Pancasila itu sebagaimana yang kita lihat dalam konsep P4 dengan esensi selaras, serasi dan seimbang.<br />
Hasil dari ijtihad politik itu seperti kita rasakan bersama, yakni meningkatnya kesejahteraan rakyat dan penghormatan terhadap <span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> di dunia internasional. Tapi kondisi politik dan keamanan dalam negeri tetap rentan, karena pemerintahan yang sentralistis dan otoritarian.<br />
Sesungguhnya, jikalau Pak Harto konsekuen dengan ijtihad politiknya yang antara lain menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka, mungkin tidak mengalami kekacauan pada 1998. Tapi sejarah mencatat Pak Harto memaksakan Pancasila sebagai asas tunggal pada semua parpol dan ormas sejak tahun 1982.</span></p>
<p>Ibarat Kapal Tanpa Kemudi<br />
Pada masa Orba, kecenderungan pemaksaan asas tunggal telah membekukan Pancasila. Pancasila seringkali digunakan sebagai legimitator tindakan yang menyimpang. Ia dikeramatkan sebagai alasan untuk stabilitas nasional daripada sebagai ideologi yang memberikan ruang kebebasan untuk berkreasi.<br />
Bila Pancasila tetap dipegang teguh sebagai ideologi bernegara, seharusnya jebakan-jebakan seperti itu tidak boleh terjadi, karena sesungguhnya Pancasila sangat terbuka terhadap interpretasi baru sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakatnya.<br />
Pada era Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarno Putri, meskipun secara formal Pancasila tetap dianggap sebagai dasar dan ideologi negara, tapi kita rasakan hanya sebatas pada pernyataan politik.<br />
Hal ini bisa dipahami karena arus globalisasi dan arus demokratisasi sedemikian keras. Aktivis-aktivis prodemokrasi tidak tertarik merespons ajakan dari siapapun yang berusaha mengutamakan pentingnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.<br />
Ideologi negara yang seharusnya menjadi acuan dan landasan seluruh elemen bangsa <span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> khususnya para negarawan dan para politisi serta pelaku ekonomi dalam berpartisipasi membangun negara, justru menjadi kabur dan terpinggirkan.<br />
Hasilnya bisa kita lihat, NKRI ibarat kapal tanpa kemudi, terombang-ambing ombak dan arus globalisasi dalam lautan berbagai ideologi asing. Tidak segan-segan, sebagian masyarakat menerima aliran dana asing dan rela mengorbankan kepentingan bangsanya sebagai imbalan dolar. Dalam bahasa intelijen kita mengalami apa yang dikenal dengan ”subversi asing”, yakni kita saling menghancurkan negara sendiri karena campur tangan secara halus pihak asing.<br />
Siapapun yang menjadi pemimpin pada saat ini pasti akan menghadapi atau menerima situasi yang sangat sulit dalam menata bangsa ini. Sudah menjadi kewajiban semua komponen bangsa ini untuk membantu para pemimpin bangsa ini dengan melakukan ijtihad politik tentang Pancasila.<br />
Pembangunan politik, keamanan, ekonomi, sosial, budaya, dan beragama harus didasarkan pada pemahaman terhadap Pancasila sesuai dengan situasi yang sedang berjalan. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara tidak perlu dipersoalkan, sedangkan yang harus menjadi ijtihad politik hanya sebatas pada upaya mencari kesepakatan tentang paradigma yang akan digunakan untuk memahaminya. Bung Karno memahami Pancasila dengan USDEK dan Pak Harto dengan P4. Lalu, kita menggunakan paradigma apa? </span></p>
<h2 style="line-height:200%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><a title="Pemilihan Ideologi Pacasila" href="http://ideologipancasila.wordpress.com/2007/08/14/pemilihan-ideologi-pacasila/">Pemilihan Ideologi Pacasila</a></span></span></h2>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Seperti yang telah kita ketahui bahwa di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah bunyi dan butir pada sila pertama. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yang secara terang terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">lima</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, kecuali Hizbut Tahrir </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> yang secara terang terangan menentang pasal ke 4. Namun hal itu akan dibahas lain kali.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sila pertama yang berbunyi “ketuhanan yang maha esa” pada saat perumusan pernah diusulkan oleh PDU PPP dan FDU (kini PKS) ditambah dengan kata kata <span style="color:red;">“… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya“</span> sejak saat itu dikenal sebagai <span style="color:red;">Piagam Jakarta</span>. Namun dua ormas Islam terbesar saat itu &#8211; hingga kini yaitu Nahdatul Ulama dan Muahmmadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut, karena dua ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika penerapan syariat Islam diterapkan <span style="text-decoration:underline;">secara tidak langsung namun pasti akan menjadikan indonesia sebagai negara Islam</span> dan secara “fair” hal tersebut dapat <span style="text-decoration:underline;">memojokan umat beragama lain</span>. Yang lebih buruk lagi adalah dapat memicu disintegrasi bangsa terutama bagi profinsi yang mayoritas beragama non Islam. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama, tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen, Katholic, Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Akibat maraknya parpol dan ormas Islam yang tidak mengakui keberadaan Pancasila dengan menjual nama Syariat islam dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa. Bagi kebanyakan masyarakat </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> yang cinta atas keutuhan NKRI maka banyak dari mereka yang mengatasnamakan diri mereka Islam Pancasilais, atau Islam Nasionalis.</span></p>
<h2 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-family:&quot;"> </span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-family:&quot;font-weight:normal;"><a title="Bedah Butir Pada Pancasila - Sila Pertama" href="http://ideologipancasila.wordpress.com/2007/07/02/bedah-butir-pada-pancasila-sila-pertama/">Bedah Butir Pada Pancasila &#8211; Sila Pertama</a></span></span></h2>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Ketuhanan Yang Maha Esa </span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;color:red;">Bangsa </span><span style="font-family:&quot;color:red;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;color:red;"> menyatakan kepercayaanya      dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa</span><span style="font-family:&quot;">. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Manusia </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"> percaya dan taqwa terhadap Tuhan      Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing      menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Mengembangkan<span style="color:red;"> sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama</span> dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha      Esa. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Membina <span style="color:red;">kerukunan      hidup di antara sesama umat beragama</span> dan kepercayaan terhadap Tuhan      Yang Maha Esa </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan      Yang Maha Esa adalah masalah yang<br />
menyangkut<span style="color:red;"> hubungan pribadi manusia dengan Tuhan</span> Yang Maha Esa. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Mengembangkan sikap<span style="color:red;"> saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah</span> sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing </span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:red;">Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pemahaman dan Pelanggaran terhadap Pancasila saat ini</span></span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"></span></strong></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Artinya Ideologi Pancasila merupakan <span style="color:blue;">dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama</span> dalam pemerintahan. Sehingga kita sebagai warga negara </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. <span style="color:blue;">Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama</span> dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sesama umat beragama seharusnya kita <span style="color:blue;">saling tolong menolong. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama, berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat</span>.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas <span style="color:black;">tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama</span> ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung <span style="color:blue;">memaksakan aturan agama yang dianut</span> atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Hendaknya kita <span style="color:blue;">tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas</span> bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">. Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Agama yang diakui di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> ada 5, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sebuah <span style="color:blue;">kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa</span>. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> <strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:black;">Merebut Ideologi Pancasila dari Monopoli Penguasa </span></span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"></span></strong></span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"><br />
Oleh<br />
<em>Inno Jemabut<br />
</em><br />
</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">JAKARTA</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">-Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila harus terus dimaknai secara terbuka dan dinamis, berkembang sesuai dengan konteks kehidupan modern yang penuh dengan tantangan. Sebagai ideologi, Pancasila merupakan konsep yang final dan mapan bagi bangsa kepulauan dengan masyarakat semajemuk </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">.<br />
Namun, pemaknaan atas Pancasila tentu belum final. Pemaknaan Pancasila terus disesuaikan dengan konteks, berkembang seiring dengan gerak demokrasi yang ada di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">. Setiap generasi dan kelompok masyarakat </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> dimungkinkan untuk memberikan makna yang berbeda dan mewujudkannya dalam keragaman yang akseleratif.<br />
Seperti pencarian akan kebenaran yang tak pernah berhenti, Pancasila adalah gagasan ideal yang harus didekati secara terus-menerus. Ia harus terus diisi dengan memakai metode trial and error dalam setiap kontekstualisasinya.<br />
Kebenaran kontekstulisasi hari ini belum tentu masih berlaku esok. Prinsip falsifikasi dapat kita terapkan dalam pemaknaan Pancasila, yakni dengan menemukan kelemahan untuk mendapatkan keunggulannya.<br />
Berhadapan dengan globalisasi dan munculnya budaya global seperti konsumerisme, hedonisme, atau budaya instan lainnya, peran pemaknaan kembali Pancasila menjadi demikian mendasar. Tentu, kita tidak bermaksud berhadap-hadapan dalam arti clash of civilization atas pola hidup modern. Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah bagaimana memoderasi nilai-nilai Pancasila agar tetap mendapat tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.<br />
Kepentingan nasional setiap negara anggota tak dapat diabaikan begitu saja. Malah gerakan anti-Uni Eropa dari tahun ke tahun terus meningkat. Artinya, kita tak dapat masuk dalam sebuah perkumpulan tanpa kepentingan masing-masing. Kita juga tidak dapat menolak begitu saja budaya global yang serba-instan tanpa memiliki pola budaya yang menjadi identitas kita sendiri.<br />
Identitas merupakan ukuran penilaian yang dapat kita gunakan berhadapan dengan dunia di luar kita. Identitas dalam bentuk ideologi dan semangat nasionalisme merupakan perjuangan dan diraih dengan perjuangan pula.<br />
Perjuangan merebut kemerdekaan oleh pendiri bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> tidak lepas dari usaha menemukan identitas bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">. Identitas itu menyatu dalam konsep Pancasila yang lalu menjadi ideologi negara.<br />
Sayang dan rasanya tak beradab kalau darah dan nyawa pahlawan bangsa untuk menemukan identitas itu tak dimaknai oleh generasi muda bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> saat ini. Tidak ada perang dalam sejarah umat manusia yang lebih ganas dari pada perang menemukan identitas bangsa. Dua perang dunia hingga pertengahan abad 20 antarkelompok manusia justru dipacu oleh konsep nasionalisme sebuah bangsa dengan ideologi berbeda.</span></p>
<p>Penemuan Terbesar<br />
Sekalipun kristalisasi Pancasila dalam wujud teks yang kita inderai sekarang baru muncul setelah kemerdekaan, sebetulnya dari awal dialah yang menjadi pemacu semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan. <span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Lima</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> sila tersebut menjadi asal-usul keluar dari kungkungan kolonialisme bangsa Eropa selama ratusan tahun.<br />
Tidak ada penemuan bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> yang lebih besar saat ini selain Pancasila. Pancasila adalah penemuan idelogi bangsa paling tangguh di zaman modern dengan tingkat heterogenitas penduduk yang sangat tinggi. Persoalannya, mampukah generasi penerusnya untuk mempertahankan?<br />
Namun, harus diingat, ideologi dan semangat nasionalisme sebuah bangsa juga selalu bersifat paradoksal. Tidak sekadar sebagai sebuah pegas yang menendang ke kiri dan kanan tetapi tetap akan kembali ke titik keseimbangan.<br />
Di satu sisi, keduanya bisa memberikan semangat pembebasan, tetapi pada sisi lain dia dapat menghasilkan efek kekerasan yang luar biasa jika tidak ada pengelolaan yang lebih baik. Pancasila tak punya rupa yang dapat disapa, tetapi hanya dirasakan oleh sebuah pengelolaan negara yang adil dan merata, sejehtera, dan berimbang.<br />
Ideologi sebuah bangsa akan bergerak liar manakala perbedaan pemaknaan serta kontekstualisasi tak terakomodasi dengan baik. Ideologi selalu bergerak secara terbuka sesuai konteks tantangan yang dihadapi. Tidak ada pemaknaan yang tetap dan tak berubah. “Make it and test it in a fact!”<br />
Pengeolaan perbedaan seperti itulah yang saat ini menjadi tantangan ideologi bangsa kita. Bagaimana perbedaan dikelola menjadi keunggulan, tidak hanya dalam kata tetapi juga dalam laku sehari-hari.<br />
Pemaknaan ideologi Pancasila pada prinsipnya sangat ditentukan oleh bagaimana pemerintah mendengar aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, bagaimana negara menciptakan kondisi atau prasyarat yang baik agar warga bisa hidup aman, makmur, adil, dan sejahtera.<br />
Ideologi Pancasila adalah sesuatu yang harus selalu direbut oleh rakyat </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> dari penguasa. Artinya, bagaimana upaya agar ideologi dan semangat nasionalisme tidak hanya menjadi hak penguasa, tetapi milik bersama masyarakat. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Ideologi Pancasila Harus Dibumikan </span></strong></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, Kompas &#8211; Usaha merevitalisasi Pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan, yaitu ide dan praksis. Sebagai ide, Pancasila harus diletakkan sebagai cita-cita. Pada tataran praksis, Pancasila perlu dibumikan dengan strategi kebudayaan. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, dalam Silaturahmi HUT Ke-5 Gerakan Jalan Lurus yang mengangkat tema &#8220;Revitalisasi Pancasila&#8221; di Jakarta Selasa (30/5). Hadir Akbar Tandjung, Solahuddin Wahid, Quraish Shihab, dan Syafii Ma’arif. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">&#8220;Sejak Orba (Orde Baru) runtuh, orang segan bicara Pancasila. Ini akibat praktik politik otoriter Orba yang dipenuhi intimidasi dan kekerasan dengan mengatasnamakan Pancasila,&#8221; ujar Sukardi. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Akibatnya, menurut Sukardi, muncul kelompok yang antisimbolik terhadap Pancasila. Kelompok inilah yang harus diyakinkan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya pegangan yang bangsa ini punyai untuk mencairkan politik identitas. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><a title="Pemilihan Ideologi Pacasila" href="http://ideologipancasila.wordpress.com/2007/08/14/pemilihan-ideologi-pacasila/"><span style="color:black;">Pemilihan Ideologi Pacasila</span></a></span></strong></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Seperti yang telah kita ketahui bahwa di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">.<strong></strong></span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah bunyi dan butir pada sila pertama. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yang secara terang terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">lima</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, kecuali Hizbut Tahrir </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> yang secara terang terangan menentang pasal ke 4. Namun hal itu akan dibahas lain kali.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sila pertama yang berbunyi “ketuhanan yang maha esa” pada saat perumusan pernah diusulkan oleh PDU PPP dan FDU (kini PKS) ditambah dengan kata kata “… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya“ sejak saat itu dikenal sebagai Piagam Jakarta. Namun dua ormas Islam terbesar saat itu &#8211; hingga kini yaitu Nahdatul Ulama dan Muahmmadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut, karena dua ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika penerapan syariat Islam diterapkan secara tidak langsung namun pasti akan menjadikan indonesia sebagai negara Islam dan secara “fair” hal tersebut dapat memojokan umat beragama lain. Yang lebih buruk lagi adalah dapat memicu disintegrasi bangsa terutama bagi profinsi yang mayoritas beragama non Islam. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama, tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen, Katholic, Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Akibat maraknya parpol dan ormas Islam yang tidak mengakui keberadaan Pancasila dengan menjual nama Syariat islam dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa. Bagi kebanyakan masyarakat </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> yang cinta atas keutuhan NKRI maka banyak dari mereka yang mengatasnamakan diri mereka Islam Pancasilais, atau Islam Nasionalis.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><a title="Pancasila sebagai Ideologi" href="http://farhanzen.wordpress.com/2008/01/25/pancasila-sebagai-ideologi/"><span style="color:black;">Pancasila sebagai Ideologi</span></a></span></strong></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Ditulis pada </span><span class="postdate"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Januari 25, 2008</span></span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> oleh Sulaimanzen </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh destutt de trascky pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan <a href="http://www.blogger.com/w/index.php?title=Weltanschauung&amp;action=edit"><span style="color:black;">Weltanschauung</span></a>), sebagai akal sehat dan beberapa kecenderungan filosofis, atau sebagai serangkaian ide yang dikemukakan oleh kelas masyarakat yang dominan kepada seluruh anggota masyarakat (definisi ideologi <a href="http://www.blogger.com/wiki/Marxisme"><span style="color:black;">Marxisme</span></a>).</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila sebagaimana kita yakini merupakan jiwa, kepribadian dan pandangan hidup bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">. Disamping itu juga telah dibuktikan dengan kenyataan sejarah bahawa Pancasila merupakan sumber kekuatan bagi perjuangan karena menjadikan bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> bersatu. Kerena Pancasila merupakan ideologi dari negeri kita. Dengan adanya persatuan dan kesatuan tersebut jelas mendorong usaha dalam menegakkan dan memperjuangkan kemerdekaan. Ini membuktikan dan meyakinkan tentang Pancasila sebagai suatu yang harus kita yakini karena cocok bagi bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila adalah ideologi Bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, dengan pedoman Pancasila para pedahulu kita bisa mempersatukan berbagai golongan dan kelompok. Kini Pancasila sudah ditinggalkan oleh banyak orang, terutama para kalangan Politikus yang berbasiskan agama. Apakah kini Pancasila sebagai Dasar Negara telah benar-benar dilupakan ???</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sangat dibutuhkan! Kecuali untuk orang-orang yang berharap adanya negara Islam Indonesia atau sejenisnya, atau ada yang berharap adanya negara Bali, negara Dayak, negara Ambon, negara Batak, negara Minahasa, dan ratusan negara kecil lain sebagai ganti NKRI. Bukankah orang-orang seperti itu yang tidak menginginkan lagi Pancasila?</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Anda tahu gak sekarang, negara kita berjalan tanpa idiologi. Idiologi Pancasila itu sudah ditinggalkan di tengah jalan. Karena terasa berat untuk membawanya dan menerapkan dalam kehidupan pemerintahan pada saat ini.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Jadi, sangat kita butuhkan Kalau tidak, mau pakai idiologi apa, idiologi korupsi, idiologi penindas atau idiologi kekuasaan.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Walau idiologi pancasila itu kurang sesuai dengan zaman sekarang yang serba bebas dan tidak tahu arah, tetapi idiologi Pancasila bisa mengayomi para pemimpin bangsa ini kalau dilaksanakan dengan benar dan dengan hati nurani yang mengutamakan rakyat.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Zaman sekarang kiranya sudah seperti zaman Jahiliah, dimana kebanyakan orang sudah tidak mau tahu dengan kebenaran. Malahan mengesampingkan kebenaran demi yang namanya uang. Begitu juga dengan pergaulan remaja yang sudah tidak terkendali. Sehingga tidak luput dari kenistaan dan dosa. Berteman dengan narkoba, bermain dengan minuman keras dan bersenang-senang dengan seks bebas tanpa mengingat hidup akan mati.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Kiranya itulah contoh martabat bangsa yang sudah mulai pupus dan hilang akibat idiologi Pancasila yang sudah ditinggalkan di jalan. Generasi tidak lagi memikirkan bangsanya dan hanya memikirkan kepuasan pribadi semata.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Jadi</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> saat ini sangat membutuhkan sebuah idiologi dalam menjalankan pemerintahan ini ke depan. Tidak lain idiologi itu adalah Pancasila.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sebelumnya melangkah lebih jauh, sangat perlu kita memahami apa arti dari ideologi dan apa itu Pancasila sebenarnya. Ideologi adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya (wikipedia). Pancasila sendiri tindak ada yang salah padanya, setiap kalimat-kalimatnya jika kita renungkan dengan sangat dan memaknainya dengan segenap jiwa, maka kita akan meyakini bahwa itu baik bagi bangsa yang beragam ini. Tapi apakah sebagai ideologi?<br />
Sebenarnya yang membuat citra ‘pancasila sebagai ideologi’ itu buruk adalah kedzaliman rezim Orde Baru, selama 32 tahun penguasa-penguasa dan pemimpin-pemimpin bangsa ini atas nama persatuan, menggunakan Pancasila sebagai resistansi atau sistem pertahanan dari segala macam gangguan yang terjadi, tapi bukan untuk kebersatuan negara ini,melainkan demi mempertahankan eksistensi atau keberadaan kedudukan mereka. Dan pengalaman buruk selam 32 tahun itulah yang membuat kita(atau beberapa orang tepatnya) berpikir bahwa pancasila sudah tidak relevan lagi dengan kondisi masyarakat dan bagnsa ini. Tapi apa yang membuat Pancasila itu bertahan selama ini?<br />
Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. Atas dasar Weltanschauung itu, disusunlah visi, misi, dan tujuan negara. Tanpa itu, negara bergerak seperti layangan putus, tanpa pedoman. Itu saja yang membuat Pancasila bertahan selama ini. Oleh karena itu pemirintah bahkan tidak pernah sekalipun berani menyinggung atau mempertanyakan relevansi dari Pancasila. Karena sudah terhujam dengan sangat dalam di hati seluruh rakyat </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> abhwa “Pancasila-lah” yang mempersatukan kita. Apa benar?<br />
Secara simbolis memang pancasila adalah alat pemersatu bangsa yang merupakan jiwa, kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan berdasarkan sejarah Pancasila juga merupakan sumber kekuatan bagi perjuangan karena menjadikan bangsa Indonesia bersatu. Benarkah begitu? Setidaknya itulah yang selalu dipropagandakan pemerintah.<br />
Untuk mengusut sejak kapan ‘Pancasila sebagai Ideologi’ negara ini, cukup sulit karena sejarah </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> tidak murni hitam-putih tapi abu-bau atau kelabu. Tidak pasti mana kejadian yang terjadi, mana yang hanya rekayasa semata. Kejernihan mata reformasi bahkan tidak sanggup menembus kabut kelamnya masa lalu bangsa ini(baca: Orde Baru).<br />
Tapi bukan itu yang kita bicarakan sekarang, tapi masih layakkah atau relevankah jika Pancasila dianggap sebagai ideologi bangsa ini?<br />
Karena seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa secara simbolis Pancasila benar-benar sencara kuat mempersatukan bangsa ini, dan apabila kita mempertanyakan keabsahan Pancasila,yang terjadi adalah disintergasi lagi.<br />
Yang perlu kita lakukan sekarang sebagai tindakan nyata adalah merevitalisasi atau menghidupkan kembali semua fungsi-fungsi dan pelaksanaan Pancasila. Dalam konteks itulah, Pancasila sebagai faktor pemersatu harus direvitalisasi. Pancasila perlu direhabilitasi dan direjuvenasi. Jika tidak, ada kemungkinan bangkitnya ideologi-ideologi lain.<br />
Walaupun demikian pendapat pribadi saya adalah pancasila tidak patut disebut sebagai ideologi negara, cukupn sebagai kontrak sosial.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Mukadimah dalam konstitusi kita memuat serangkaian cita-cita yang akan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi realitas empiris berbicara lain. Kita semakin terjerumus kedalam lingkaran yang tak menentu dan menyimpang jauh dari apa yang kita cita-citakan. Karena memuat hal-hal yang menyangkut sendi-sendi kenegaraan, dan agar tak semakin terperosok dan menyimpang jauh, diperlukan ruang yang lapang untuk jelajah kritis yang intens. Demikian pula dengan Pancasila yang menempati posisi sentral sebagai sendi kenegaraan, karena akan muncul permasalahan maha besar jika kita tak mampu menghadapinya secara arif, bukan dengan cara yang ‘panas’ (mendewakan) ataupun dengan cara yang ‘dingin’ (sinis) terhadapnya, apalagi jika dirunut maka Pancasila seolah-olah ditakdirkan untuk menjadi kontroversiil karena lahir dengan watak yang kontroversiil.<br />
Kontroversi ini sebenarnya lebih bersumber pada kerancuan dalam alam pikir kita terhadapnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam sikap serta tindakan dan juga bersumber dari syahwat kita yang berlebihan dalam memakai Pancasila.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila belum menjadi suatu ideologi karena belum pernah melahirkan suatu teori tetapi masih merupakan prinsip-prinsip dasar, dan Pancasila tak akan pernah menjadi suatu konsep yang efektif jika kita memandang dan memperlakukannya sekaligus sebagai ideologi, falsafah, dan alat dengan totalitas yang sama, karena masing-masing dapat terbentang jarak yang amat jauh. Dan kita perlu untuk sangat berhati-hati jika berangkat dari titik tolak ini. Pengertian ideologi yang kita pakai disini adalah hal-hal yang berada dalam dunia gagasan yang hendak kita wujudkan dalam realitas, sedangkan falsafah dalam garis besarnya kita kelompokkan dalam dua kategori: (1) patokan-patokan yang secara individuil kita pandang sebagai prinsip hidup ideal yang kita gandrungi (berbicara tentang apa yang seharusnya), yang dalam perwujudannya tidak berbeda dengan ideologi, dan (2) suatu penafsiran yang menyangkut sistem tata-nilai yang dianggap berlaku dalam realitas secara relatif konsisten dan terintegrasi (berbicara tentang apa adanya). Atau secara gamblang, Pancasila sebagai ideologi dapat diibaratkan sebagai ide/angan-angan dalam otak, misalnya, mengenai suatu gambaran bentuk bangunan; sedangkan Pancasila sebagai falsafah kategori pertama adalah perwujudan bentuk bangunan yang diangan-angankan dalam penggambaran diatas kertas, dan Pancasila sebagai falsafah kategori yang kedua adalah adanya lokasi serta tingkat ketersediaan bahan-bahan untuk merealisasikan bangunan yang dicita-citakan. (Untuk meluruskan jalan berpikir dan untuk membedakannya dengan ideologi, maka istilah falsafah seharusnya digunakan untuk kategori yang kedua). Kerancuan akan semakin melebar jika Pancasila kita anggap pula sebagai alat secara total, karena alat selalu bersifat netral tetapi bisa digunakan oleh siapa saja yang memegangnya dan untuk tujuan apa saja, dan pengalaman sejarah telah membuktikannya.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Kontroversi dapat pula bersumber pada keragaman pengertian kita terhadap kata “Weltanschauung” yang dipopulerkan oleh Bung Karno lewat naskah pidatonya yang melahirkan Pancasila, yang kemudian digunakan oleh banyak orang sebagai falsafah, tetapi tidak jelas yang dimaksudkan apakah falsafah sebagai “gambar diatas kertas” ataukah yang sudah menemukan “lokasi dan bahan” untuk perwujudannya. Padahal sejak awalnya Pancasila bukanlah merupakan suatu kepribadian yang telah mewujud tetapi suatu alternatif terbaik bagi bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, seperti yang dikatakan oleh Bung Karno: “Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan, menjadi realitas, jika tidak dengan perjuangan!”.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Dalam konteks masa kini, Pancasila harus tetap kita pandang sebagai “Weltanschauung” dalam arti harus ada tempat bagi sekian nilai falsafi, nilai ideologis, serta nilai praktis yang dikandungnya, dan batasan bagi masing-masing-masing nilai tersebut harus kita letakkan secara arif. Dalam penjabaran praktis yang bertujuan memberikan pengertian yang relatif riil, jelas, dan benar untuk setiap sebutan bagi atau yang berhubungan dengan Pancasila; maka kalau kita berbicara tentang Pancasila sebagai ideologi maka yang dimaksud adalah tiap sila didalamnya belum sanggup berkembang dari dimensi ideologisnya semula, yang dapat kita masukkan kedalamnya adalah sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan terutama sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dan kalau kita berbicara tentang Pancasila sebagai falsafah yang dimaksudkan adalah tiap sila didalamnya yang (oleh karena perkembangan sejarah) selain masih tetap berfungsi sebagai landasan ideologis, iapun telah memperoleh nilai-nilai falsafi didalam dirinya, yang dapat kita masukkan kedalamnya adalah sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila Persatuan Indonesia. Dalam dataran apapun Pancasila sebagai ideologi tetap sama baiknya dengan Pancasila sebagai falsafah, yang diperlukan hanyalah bersediakah kita memberikan ruang untuk menentukan apakah suatu sila sudah termasuk dalam kategori falsafi ataukah masih murni ideologis. Kekacauan persepsi terhadap realitas akan muncul jika kita mencampur-adukkan keduanya sehingga memperlakukan yang masih cita-cita sebagai kenyataan, atau yang telah menjadi kenyataan sebagai cita-cita. Bagaimana dengan Pancasila sebagai alat? Seringkali disebut Pancasila sebagai alat pemersatu, tetapi mengapa? Untuk menghindari kecenderungan eskapis menuju ke dunia irasionalitas, maka jawabannya sangat sederhana, yaitu: karena sila Persatuan </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> memang tercantum sebagai salah satu sila dari Pancasila. Dengan jalan pikiran ini, dan sebagai suatu kesatuan yang utuh, Pancasila bukan hanya alat pemersatu, ia juga merupakan alat bagi perwujudan masyarakat Indonesia yang religius, alat bagi penciptaan kemanusian yang adil dan beradab, alat bagi pembinaan prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan alat bagi perjuangan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Atau dalam kalimat lain Pancasila merupakan alat bagi perwujudan kelima sila-silanya yang dibatasi oleh kebersamaannya. Pada saat ia menjadi alat suatu sila sekaligus ia tak boleh bertentangan tetapi harus mendukung segenap sila-sila lainnya. Sejauh Pancasila menjadi alat demi perwujudannya sendiri maka ia tak akan pernah bertentangan dengan Pancasila sebagai falsafah maupun ideologi. Pada saat Pancasila dijadikan sebagai alat untuk tujuan yang lain dari tujuan yang terkandung dalam sila-silanya maka akan terjadi pertentangan. Pancasila hanya sah sebagai alat selama ia semata-mata menjadi alat bagi dirinya sendiri, bukan bagi yang selainnya.</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Secara keseluruhan, Pancasila tetap mengandung sila-sila yang masih sepenuhnya bersifat ideologis, dan Pancasila mengandung sila-sila yang telah mengembangkan dimensinya dari sepenuhnya ideologis menjadi juga bersifat falsafi. Dengan pandangan yang seperti inilah kita akan terhindar dari kesalahan dalam memandangnya sebagai sepenuhnya falsafah atau sepenuhnya ideologi dan/atau sepenuhnya alat, karena masing-masing sila mempunyai sifat-sifat uniknya sendiri, ada sila-sila yang lebih sulit dan ada sila-sila yang lebih mudah untuk diwujudkan.<br />
Jika ilustrasi tersebut diatas disepakati dan karena Pancasila telah kita pilih sebagai azas untuk membangun Partai Pergerakan Kebangsaan, dari sinilah titik-tolak keberangkatan kita. Sebelum sila-sila dalam Pancasila yang sulit untuk diwujudkan menemukan nilai-nilai falsafinya maka disitulah kancah (titik berat) perjuangan Partai untuk mewujudkannya, Partai sekaligus akan melakukan kerja etika untuk menciptakan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, kerja politik untuk pembinaan prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan kerja ekonomi untuk memperjuangkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia; dan untuk sila-sila yang telah menemukan nilai-nilai falsafinya Partai berkepentingan mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Sebelum kelima sila dalam Pancasila menemukan nilai-nilai falsafinya dengan kualitas dan kuantitas yang setara, maka Pancasila belum menjadi suatu kesatuan yang utuh, dan jangan pernah bermimpi nasionalisme akan menemukan sebuah ideologi apalagi dapat melahirkan suatu teori tanpa melakukan kerja-kerja terkait. Inilah sebuah konsekuensi dari pilihan kita!</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><a href="http://kingroodee.blogspot.com/2007/08/masih-relevankah-pancasila-sebagai.html"><span style="color:black;">MASIH RELEVANKAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI</span></a> </span></span></strong></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Catatan Peringatan Hari Lahir Pancasila<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
(Rudy Handoko)</span></p>
<p>Semenjak Orba ditumbangkan oleh gerakan reformasi, Pancasila sebagai ideologi bangsa <span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> telah kehilangan tempatnya yang mapan. Semacam ada phobia dan ke-alergi-an masyarakat negara-bangsa ini untuk mengakui Pancasila apalagi mencoba untuk menelaahnya. Meskipun negara ini masih menjaga suatu konsensus dengan menyatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Namun secara faktual, agaknya kita harus mempertanyakannya kembali. Karena saat ini debat tentang masih relevan atau tidaknya Pancasila dijadikan ideologi masih kerap terjadi. Apalagi ditengah kegalauan dan kegagalan negara-bangsa menapak dengan tegak jalur sejarahnya sehingga selalu jatuh bangun dan labil.Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang diakui di negeri ini, sempat menjadi semangat perjuangan dan pemikiran setiap warga negara </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span style="color:black;">Namun, sayangnya, di zaman yang lalu, ideologi Pancasila dengan sengaja mengalami disorientasi dan degradasi nilai, yang mana proses penanaman nilai-nilai murni dan luhurnya hanya menjadi sebuah rekayasa politik untuk menciptakan sebuah kesadaran palsu yang berguna untuk mengamankan kekuasaan. Kenaifan yang dilakukan ini, oleh David E. Apter karena “ideologi mencakup lebih dari sekadar doktrin. Ia mengaitkan tindakan-tindakan yang khas dan praktek-praktek duniawi dengan sejumlah makna yang lebih luas, yang memberi penampakkan tingkah laku sosial lebih dihormati dan dihargai. Tentu saja, ini merupakan pandangan umum. Dari sudut pandang lain, ideologi adalah selubung bagi keinginan dan penampakan yang sesungguhnya busuk.”Sedangkan Gramsci menjelaskan, bahwa ideologi tidak bisa dinilai dari kebenaran atau kesalahannya, tetapi harus dinilai dari berhasil atau tidaknya dia menjadi suatu kontrak sosial yang mengikat berbagai kelompok sosial yang berbeda-beda ke dalam satu entitas dalam hal ini bernama negara dan bangsa. Untuk kasus Pancasila, peranannya sebagai elemen fundamental dalam proses integrasi sosial yang tidak artifisial masih punya potensi yang kuat. Artinya, dalam keadaan negara kita terancam disintegrasi, kita masih bisa berharap ideologi Pancasila akan efektif untuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan Negara Republik </span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">. Paling tidak, kita berharap masih bisa berusaha menjadikannya sebagai modal sosial yang masih di-amini oleh sebagian besar rakyat untuk mengatasi berbagai konflik atau kemacetan bangsa, melalui apa yang disebut ideologi sebagai solusi yang disepakati bersama.</span></span></p>
<p><span class="fullpost"><span style="color:black;">Ideologi Pancasila dan Tantangan Dunia</span></span><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Tantangan bagi suatu ideologi apalagi seperti Pancasila yang indigenous milik </span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">, adalah apakah Pancasila masih relevan menghadapi gelombang globalisasi dan demokratisasi yang nyaris melintasi segala tapal batas geografis dan demografis suatu komunitas sosial? Pertanyaan tentang relevansi ideologi dalam dunia yang berubah dinamis, muncul dengan mulai mempertanyakan relevansi ideologi baik dalam konteks negara-bangsa berupa kerangka nasionalisme tertentu dari masing-masing negara-bangsa, maupun dalam tataran ideologi-ideologi besar dunia yang pernah muncul dan berjaya.</span></span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Dus…kita menyaksikan, gelombang demokrasi yang berlangsung telah mengakibatkan runtuhnya rezim sosialis-komunis di Uni Soviet dan Eropa Timur, membuat ideologi itu seolah-olah tidak relevan. Sehingga Francis Fukuyama memandang perkembangan seperti itu sebagai “the end of history”, dan menetapkan satu-satunya ideologi yang relevan adalah demokrasi Barat. Ternyata ideologi liberalisme-kapitalisme Barat yang muncul sebagai pemenang sampai saat ini tampil dominan dan mempengaruhi banyak komunitas sosial dan bahkan muncul sebagai kekuatan penindas baru yang hegemonik.Gelombang demokratisasi yang digaungkannya diselipi dengan pemaksaan globalisasi yang nyaris memangkas habis ideologi lainnya dan seakan-akan membuat ideologi lain makin tidak relevan dalam dunia. Globalisasi yang mengandung cacat bawaan dengan berbagai absurditas dan kontradiksi, memang berhasil menyingkirkan banyak ideologi-baik universal maupun lokal. Akan tetapi globalisasi mendorong pula bangkitnya nasionalisme lokal yang sempat terkubur, bahkan dalam bentuknya yang sarkastik, yakni semacam ethno-nationalism dan bahkan tribalism. Nah, hal inilah pula yang juga melanda </span></span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> ketika diterpa krisis moneter, ekonomi, dan politik sampai runtuhnya orde baru yang memunculkan euphoria masyarakat karena memang selama ini selalu diam dan tertindas. Juga membuat Pancasila sebagai basis ideologis dan common platform bagi negara-bangsa </span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> yang plural seolah-olah semakin kehilangan relevansinya.</span></span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Berbagai kebijakan yang dikeluarkan dan dipaksakan oleh rezim yang memerintah negeri ini di masa lalu dalam memperlakukan Pancasila ternyata memang memberikan kontribusi terhadap resisten-nya Pancasila pasca reformasi. Pancasila dicemari karena kebijakan rezim yang hanya menjadikan Pancasila sebagai alat politik untuk mempertahankan status quo kekuasaannya. Dominasi dan hegemonisasi interpretasi dan pemahaman Pancasila yang dilakukan meninggalkan benih resistensi itu. Apalagi ketika Pancasila dipaksakan sebagai asas tunggal bukan dimaknai sebagai atau coba dihayati dengan arif sebagai asas bersama. Model-model seragamisasi itu amat menyakitkan, sehingga ketika terjadi keterbukaan sosial-politik yang selama ini dikekang, membuat euphoria itu muncul tak terkontrol dan menafikan Pancasila, karena selama ini Pancasila tidak ditanamkan melalui proses pencerahan fajar budi dan pembelajaran-penyadaran tapi lewat uniformitas dan represifitas itu tadi. Euphoria ini, memberikan peluang bagi penerimaan atas ideologi lain, khususnya yang berbasiskan agama dan sektarianisme lainnya. Pancasila jadinya cenderung tidak laku menjadi common platform dalam kehidupan politik. Hal ini kemudian diperparah dengan arus sektarianisme dan primordialisme yang meningkat menuju local-nationalism yang bisa menggiring kearah ethno-nationalism, seiring desentralisasi.</span></span><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Secara an sich tidak ada yang salah dengan Pancasila. Pemaknaan yang keliru selama ini adalah buah kebijakan dan bukan sesuatu yang melekat, karena nilai-nilai Pancasila sendiri adalah sesuatu yang universal, yang pada dasarnya merupakan penjelmaan dari suara nurani tentang kewajiban ber-Tuhan sebagai sesuatu hak yang paling asasi, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, indahnya kebersamaan dengan persatuan, menghargai dan mendahulukan atau pro-kerakyatan dan hikmah serta mendeklarasikan pula penghargaan, penghormatan dan perjuangan untuk keadilan yang egalitarian. Nilai-nilai seperti ini sangat berharga untuk membangun suatu komunitas sosial bersama.</span></span><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Pancasila dalam Sistem Ekonomi ditengah terjangan dan jeratan sistem liberalis-kapitalistik saat ini, ketika kita kembali terjajah secara ekonomi, nilai-nilai suatu sistem seperti apa sih yang mampu menjatidirikan negara-bangsa ini. Sejatinya, sistem ekonomi </span></span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> adalah sistem ekonomi yang mestinya berbasis kerakyatan, bukan sistem yang cenderung melegalisasi liberalisme dan kapitalisme global. Meskipun pasca reformasi terkadang kita enggan untuk mengenali kembali atau memaknai kembali sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis Pancasila sebagai idea moral. Namun jika diletakkan Pancasila sebagai spirit dasar ekonomi kerakyatan, toh tak ada yang salah. Seperti yang dijelaskan oleh Sri Edi Swasono, bahwa…sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, sistem ekonomi yang harus memuat dan berlandaskan pada berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme. Kemanusiaan yang adil dan beradab, artinya sistem ekonomi yang tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi. Persatuan </span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">, berarti sistem ekonomi ini mengedepankan kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi. Kerakyatan, yang tentulah maksudnya untuk mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak. Serta Keadilan Sosial, sebuah sistem ekonomi yang mesti menjamin adanya persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama, bukan kemakmuran orang-seorang. Pancasila dalam Konteks Sosial Politik</span></span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Akhir-akhir ini diskusi tentang kebhinekaan pun menjadi semakin asyik, karena sedang terjadi ketegangan sosial dan perdebatan tentang berbagai masalah terutama tentang pluralisme dan kebijakan yang berkenaan atau menyentil rasa kebhinekaan. Polemik berkenaan tentang RUU APP misalnya, dan konsistensi menjadikan Pancasila sebagai falsafah/ideologi Negara, telah mengemuka di ruang publik. Pro dan kontra di ikuti dengan ketegangan-ketegangan malah show of force semakin sering terjadi. </span></span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Ada</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> yang merasa benar, ada yang merasa unggul, ada yang merasa terdiskriminasikan dan adapula yang merasa terancam.</span></span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Seperti yang di paparkan oleh Imdadun Rahmat, bahwa…salah satu hal yang menjadi kontroversi dari RUU APP adalah penyeragaman nilai dan standar etika. Ukuran susila dan asusila milik satu golongan dipaksakan untuk menjadi ukuran kesopanan bagi semua golongan bangsa ini. Pengertian porno dan tidak porno dibangun dari keyakinan, paradigma dan perspektif tunggal. Bagi bangsa yang plural baik dari sisi budaya, adat maupun agama ini uniformisasi nilai dan etika tidak saja akan menimbulkan masalah, tetapi juga memantik rasa ketidakadilan. Endingnya bisa muncul problem sektarianisme dan primordialisme sempit.</span></span><br />
<span class="fullpost"><span style="color:black;">Dalam masalah ini, Pancasila menemukan momentumnya. Pancasila kembali harus dimunculkan sebagai suatu nilai yang sedapat mungkin masih diterima bersama selama </span></span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;"> masih ada. Sesungguhnya Pancasila masih bisa diupayakan menjadi acuan nation state kita yang meletakkan seluruh kepentingan pada posisi yang sama yakni kesetaraan sebagai hal yang utama bagi eksistensi </span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">. Di tengah situasi politik dan ekonomi yang teramat rentan, nilai-nilai multikulturalisme yang ada pada Pancasila menjadi faktor penyelamat negara-bangsa. Sekarang…Pancasila seharusnya kembali menjadi suatu milik bersama mulai dari pengkajian sebagai wacana bersama, pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus-menerus sampai merumuskan paradigma baru pemikiran dan pemaknaan Pancasila sehingga tetap relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila menjadi penting bagi bagi pluralisme </span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">Indonesia.</span></span><span class="fullpost"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;color:black;">*</span></span></p>
<p style="line-height:200%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila Ideologi yang Teruji Kesaktiannya.</span></span></strong><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><br />
(dr Soewarno)</span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Sebelum terbentuk Negara Kesatuan Republik </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, nilai-nilai luhur nenek moyang kita (baca bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">) telah terbukti mampu mendorong dan memotivasi mewujudkan tekad dan semangat melawan penjajah, untuk mendirikan negara kesatuan yang merdeka. Dengan tekad dan semangat tersebut, para perintis kemerdekaan yang didukung penuh bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> telah berjuang sekuat tenaga, tanpa mengenal putus asa untuk merdeka mewujudkan negara kesatuan.</span></p>
<p>Perjuangan tersebut berhasil dengan diproklamirkan Negara Kesatuan Republik <span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Negara Kesatuan Republik </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> tersebut berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila merupakan nilai-nilai luhur nenek moyang, seperti yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Selama lebih dari 58 tahun </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> merdeka, ternyata Pancasila sebagai ideologi negara tidak terlalu mulus pelaksanaannya. </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Ada</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan Pancasila sebagai ideologi negara, ada yang ingin mengadakan perubahan atau revisi, bahkan ada yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang lain.<br />
Usaha-usaha untuk merubah dan menolak Pancasila ini dapat dicermati dan diamati dengan timbulnya gejolak dari sebagian masyarakat yang mengadakan pemberontakan di beberapa daerah, gagalnya konstituante dalam melaksanakan tugasnya, pemberontakan G30S/PKI, bahkan pada awal era reformasi pun sempat timbul perbedaan pendapat serta keinginan mengubah atau merevisi sila dalam Pancasila tersebut.<br />
Salah satu ideologi yang dipaksakan untuk menggantikan Pancasila adalah ideologi komunis, dengan melakukan pemberontakan yang dikenal dengan G30S. Gerakan atau pemberontakan itu dapat segera diatasi dan ditumpas dengan kembali kepada ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen, dan tanggal 1 Oktober kemudian kita nyatakan sebagai hari Kesaktian Pancasila. </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Pancasila sebagai ideologi terbuka mempunyai tiga tatanan nilai yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Nilai dasar bersifat tetap sepanjang masa, abstrak, universal, ideal, dan mencakup cita-cita dan tujuan serta tatanan dasar.</span></p>
<p>Nilai instrumental dan nilai praktis tidak boleh bertentangan dengan nilai dasar. Pengembangan pemikiran dan tindakan dimungkinkan selama tidak bertentangan dengan nilai dasar. <span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Para</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> perumus Pancasila dapat sepakat dan merumuskan </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">lima</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> nilai dasar yang terkandung dalam masyarakat menjadi Pancasila. Kelima nilai dasar tersebut digali dari suasana atau pengalaman kehidupan masyarakat desa, yang bersifat kekeluargaan, kegotong-royongan atau kebersamaan. Sifat kegotong-royongan atau kebersamaan tersebut direkat atau dijalin dengan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, rasa perikemanusiaan, semangat persatuan, musyawarah-mufakat, dan rasa keadilan sosial. Kelima nilai dasar itu harus dipahami dan dihayati sebagai nilai-nilai dasar yang saling berkaitan, saling mengisi, dan saling memperkuat dalam satu rangkaian yang utuh, inilah yang merupakan kekhasan, serta keorisinilan Pancasila. Hal ini pulalah yang memberi keyakinan kepada bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> bahwa Pancasila adalah ideologi terbaik yang diciptakan bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">, yang mempunyai keunggulan terhadap ideologi-ideologi lain.<br />
Dengan demikian nilai praktis, sebagai kenyataan di lapangan tidak terlalu jauh atau bertentangan dengan nilai dasarnya. Pancasila akan selalu berinteraksi dengan perkembangan zaman dan realita kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi berikutnya.</span></p>
<p>Itulah sebabnya Pancasila merupakan ideologi terbuka, yang mengandung nilai dasar yang universal dan abadi, yang dapat merangsang pengembangan pemikiran kreatif serta inovatif melalui nilai instrumentalnya, sehingga segala segi kehidupan bangsa dapat diwujudkan secara nyata yang tetap berlandaskan nilai dasar Pancasila. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu dan bahkan wajib dikembangkan melalui pemikiran-pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif agar Pancasila menjadi dinamis dan operasional. Pancasila sebagai ideologi terbuka telah nyata berhasil dengan baik, yaitu dengan kualitas nilai dasarnya yang prima, telah terbukti mampu mempersatukan bangsa <span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> dalam suatu Negara Kesatuan Republik </span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> yang berdasarkan Pancasila.</span></p>
<p>Sedangkan menyangkut pengembangan pemikiran-pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif nampaknya masih sangat lamban, belum atau tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Kebanyakan pengembangan pemikiran masih sebatas pada pemikiran-pemikiran atau konsep yang membahas tentang nilai instrumentalnya saja, itupun baru dalam bentuk adu pemikiran atau adu konsep yang tidak jarang justru menjadi konflik atau yang polemik berkepanjangan.</p>
<p>Akibatnya nilai praktisnya masih jauh dari nilai idealnya, sebagai contoh kebutuhan masyarakat yang mendasar (baca lapangan kerja, keamanan, pangan, pendidikan, kesehatan, sandang, dan tempat tinggal) masih belum dapat dinikmati oleh sebagian besar warga bangsa secara layak dan merata. Dalam era reformasi yang berjalan empat tahun ini, nampaknya reformasi baru memberi kesempatan dan kenikmatan bagi sebagian kecil warga bangsa, terutama yang duduk dijabatan aksekutif dan dewan perwakilan serta sebagian pemuka masyarakat tertentu saja.</p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<p style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;"> </span></p>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;">KESIMPULAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;">Pancasila telah diterima secara luas sebagai </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;">lima</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan, yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik, dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;">Sebelum ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan. Di masa depan, kehidupan politik berdasar aksioma Pancasila harus terkait langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika, dimana setiap daerah, setiap golongan, setiap ras, setiap umat beragama, setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring). Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat, atau seluruh bangsa, seperti masalah fiskal dan moneter, keamanan, hubungan luar negeri, atau hubungan antar umat beragama. Pemerintah nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara, beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah, juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"><span> </span>Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu <span> </span>dapat berjalan dengan stabil, seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum, yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat. Kita patut bersyukur, bahwa empat kali amandemen UUD 1945 dalam era reformasi nasional telah mampu menampung dinamika bangsa ini, khususnya dengan mengakui kesetaraan antara berbagai unsur dalam batang tubuh bangsa Indonesia serta mewadahinya dalam sistem dan struktur pemerintahan yang baru. </span></strong></p>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="line-height:200%;"><span style="font-size:11pt;line-height:200%;font-weight:normal;"> </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:200%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;">Daftar Pustaka </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"><span>.. </span>Google.com</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"><span>.. </span>Kingrode.blogspot.com</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-weight:normal;"><span>.. </span>Html wikipedia </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=71&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/12/05/makalah-kuliah-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Mima/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh skrip Bike to work</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/11/27/contoh-skrip-bike-to-work/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/11/27/contoh-skrip-bike-to-work/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 01:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[
1.EXT. JALAN RAYA – PAGI HARI
PENGENDARA MOBIL, MOTOR, SEPEDA
PAN RIGHT
JALAN RAYA YANG SEDANG MACET TOTAL, TIBA-TIBA ADA KENDARAAN YANG MENYALIP SEMUA KENDARAAN TERSEBUT.
SAKING CEPATNYA DAUN-DAUN DAN DEBU BERTERBANGAN.
INTER CUT
SEMUA PENGENDARA KAGET DAN BENGONG MELIHAT KENDARAAN YANG BEGITU CEPAT DIBANDING MOBIL DAN MOTOR.
INTER CUT
ZOOM OUT
MIMIK MUKA SOMBONG PENGENDARA YANG MELESAT TADI LENGKAP DENGAN SEPEDA DAN AKSESORISNYA.
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=66&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:&quot;"><img class="aligncenter" src="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/11/my-bike.jpg?w=461&#038;h=307" alt="" width="461" height="307" /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">1.EXT. JALAN RAYA – PAGI HARI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-indent:27pt;"><span style="font-family:&quot;">PENGENDARA MOBIL, MOTOR, SEPEDA</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">JALAN RAYA YANG SEDANG MACET TOTAL, TIBA-TIBA </span><span style="font-family:&quot;">ADA</span><span style="font-family:&quot;"><span> </span>KENDARAAN YANG MENYALIP SEMUA KENDARAAN TERSEBUT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">SAKING CEPATNYA DAUN-DAUN DAN DEBU BERTERBANGAN.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">SEMUA PENGENDARA KAGET DAN BENGONG MELIHAT KENDARAAN YANG BEGITU CEPAT DIBANDING MOBIL DAN MOTOR.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ZOOM OUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MIMIK MUKA SOMBONG PENGENDARA YANG MELESAT TADI LENGKAP DENGAN SEPEDA DAN AKSESORISNYA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">2.EXT. JALAN RAYA – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">JALAN RAYA PADA WAKTU HUJAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">PADA WAKTU BANJIR YANG DILALUI OLEH PENGENDARA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">PADA WAKTU MACET.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“Mau hujan, becek, banjir, bahkan macet sekalipuntidak menjadi masalah untuk pengendara sepeda.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">3.EXT. JALAN RAYA – SIANG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">LONG SHOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>TERIK SIANGNYA MATAHARI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MID.SHOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">SEGEROMBOLAN ORANG YANG SEDANG NGOBROL DAN DISAMPINGNYA ADA SEPEDA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">INTERCUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"><span> </span>ORANG SEDANG NAIK SEPEDA BERGEROMBOLAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">“Gencarnya berita tentang ‘Gloobal Warming’ membuat sekumpulan orang yang mempunyai hobi naik gunung dengan sepeda dan sering kumpul di daerah JPG(Jalur Pipa Gas) ini mempunyai niat untuk bersepeda ke kantor.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">4.INT. RUANGAN KANTOR – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">TOTO SUGITO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MID.CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">TOTO SUGITO (KETUA UMUM):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">‘Berawal hanya sekedar mencoba kekantor dengan sepeda, akhirnya keterusan. Maka, tahun 2005 didirikannya komunitas pekerja bersepeda yang diberi nama Bike To Work atau yang disingkat B2W’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">5.INT. SEKRETARIAT B2W – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INU FEBIANA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MID. CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">INU FEBIANA (BAG.KEGIATAN DAN PERLENGKAPAN):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">“Arti kata Bike To Work<span> </span>sebenarnya bukan artisecara harfiah tempat kerja atau bekerja dengan sepeda, tetapi melakukan aktifitas dengan sepeda”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">6.INT. SEKRETARIAT B2W – SIANG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ZOOM OUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>LAMBANG B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>RUANGAN SEKRETARIAT B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“Didirikannya komunitas B2W, memang ingin serupa dengan negara yang sudah mendirikan komunitas semacam ini dengan sukses, seperti </span><span style="font-family:&quot;">Canada</span><span style="font-family:&quot;">, Eropa, dan Belanda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">7.EXT. JALAN RAYA – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">LONG SHOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>SEGEROMBOLAN ORANG BERSEPEDA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>2 ORANG BERSEPEDA DI TROTOAR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTERCUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">LONG SHOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">SESEORANG SEDANG MEMBAWA<span> </span>SEPEDA LEWAT TANGGA PENYEBRANGAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“Terbukti dari awal berdiripun, tahun 2005, B2W sudah ratusan orang peminatnya. Hanya dalam kurun waktu 2 tahun dapat terkumpul ribuan orang, dan pada tahun 2008 anggota B2W sudah mencapai lebih dari 10.000. Tujuan didirikannya B2W untuk mengajak orang menggunakan sepeda agar dapat merasakan keuntungan dari bersepeda”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">8.EXT.JALAN RAYA – SIANG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">SESEORANG BERSEPEDA DENGAN PERLENGKAPAN LENGKAP DAN DI SAMPINGNYA </span><span style="font-family:&quot;">ADA</span><span style="font-family:&quot;"> ORANG YANG MELIHAT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MENGIKUTI PENGENDARA SEPEDA YANG SEDANG MELAJU MENAIKI FLY OVER</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ANGGOTA B2W YANG SEDANG MEMBAGIKAN STIKER DI SALAH SATU UNIVERSITAS</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“ Kegiatan B2W adalah kampanye, walaupun tidak terorganisir. </span><span style="font-family:&quot;" lang="IT">Karena dari bersepeda dan dilihat orang, itu sudah menjadi kampanye.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">9.EXT. LUAR RUANGAN – SIANG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INU FEBIANA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MID.CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">INU FEBIANA:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">“ setiap kegiatan B2W selalu dikelola oleh anggota B2W sendiri. </span><span style="font-family:&quot;">Bentuk kampanyenyapun bermacam-macam, seperti jalan memanjang ke belakang, jalan meliuk-liuk seperti ular”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">10.EXT. JALAN RAYA – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="IT">PENGENDARA SEPEDA YANG SEDANG BERHENTI DI LAMPU MERAH</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"><span> </span>PENGENDARA SEPEDA YANG SEDANG PUTAR BALIK</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">“ B2W mempunyai cara mudah agar kampanye terlaksana, yakni dengan 3 M: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">Mulai bersepeda dari diri kita, Mulai bersepeda dari jarak terdekat, Mulai bersepeda dari sekarang juga.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">11.EXT. JALAN RAYA – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PENGENDARA YANG MELAJU LEBIH CEPAT DARI PADA MOBIL ANGKOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>PENGENDARA YANG SEDANG MELEWATI POM BENSIN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">PENGENDARA MOTOR YANG SEDANG BERBONCENGAN DEGAN PASANGANNYA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“ Banyak sekali manfaat dari bersepeda, selain menurunkan tingkat polusi pada saat itu, manfaat lainnya antara lain, tidak membuang waktu dalam keadaan macet, tidak memerlukan biaya angkutan dan bensin, badan akan jauh lebih sehat, dan bagi orang dewasa, vitalitas seksual meningkat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">12.EXT. JALAN RAYA SUDIRMAN THAMRIN – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>ACARA CAR FREE DAY DI SUDIRMAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>SEGEROMBOLAN ORANG BERSEPEDA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“ Event-event yang pernah diselenggarakan B2W antara lain, Car Free Day. Event yang bebas diikuti oleh siapa pun ini sudah direalisasikan oleh pemerintah, yang fokusnya adalah dapat menurunkan tingkat puolusi pada saat itu. Walaupun efektifnya setiap hari.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="IT">FOTO-FOTO ACARA KTT DI NUSA DUA BALI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"><span> </span>VIDEO ACARA KTT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">“B2W diberi kesempatan mengikuti acara bersepeda dari jakarta – Bali tanggal 11 November’07 sekaligus menjadi simbol pembukaanya acara Konferensi Tingkat Tinggi PBB di Nusa Dua Bali pada tanggal 4 Desember. Dalam acara itu B2W berkesempatan membawa bendera merah putih dan menyerahkan langsung kepada presiden Susilo Bambang Yudhoyono”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">13.INT.SEKRETARIAT B2W– PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">FIGURAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ZOOM IN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>BANNER B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>RUANGAN SEKRETARIAT B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ZOOM OUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>PETA WILAYAH JABODETABEK</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">“Komunitas yang di ketua umumi oleh Toto Sugianto ini mempunyai anggota hampir diseluruh daerah di Indonesia. Maka, agar lebih efektif dan terarah untuk berkomunikasi, di setiap daerah ada kantor sekretariatnya sendiri, tetapi tetap kentor sekretariat B2W berpusat di Jl.Wijaya I no 8 Kebayoran. Untuk daerah JaBoDeTaBek, anggota B2W dibagi perwilayah atau yang biasa disebut rombongan dan dibagi sesuai dengan arah kantor atau tempat tujuan lainnya. Selain JaBoDeTaBek, anggota B2W tersebar dari Aceh sampai Papua”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">14.EXT. JALAN RAYA &#8211; PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">OJAN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>OJAN MENYIAPKAN SEPEDA DAN MULAI MENAIKI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>OJAN BERSEPEDA MENUJU KAMPUSNYA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>OJAN MASUK KE KAMPUSNYA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“ Salah satu anggota B2W adalah Ojan. Ojan adalah mahasiswa semester 5 yang hampir 2 tahun ke kampus menggunakan sepeda. Mahasiswa berumur 21 thn ini setiap hari harus menempuh jarak 40 km dari rumahnya dibilangan kelapa dua menuju kampusnya di daerah </span><span style="font-family:&quot;">jakarta</span><span style="font-family:&quot;"> pusat”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">15.INT.KAMPUS OJAN – SIANG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">OJAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MID.CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">OJAN:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“ Niatnya sih mau ngirit ongkos dan ingin coba-coba naik sepeda ke kampus, tapi ga tahunya malah ketagihan dan banyak banget manfaatnya. Memang, bawaanya lebih banyak dari pada orang yang naik kendaraan lain, karna kita harus mandi. Tapi saya yakin, begitu selesai mandi, kita pasti menjadi orang yang paling segar saat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">16.EXT. JALAN RAYA – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">MELATI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT">MELATI MENGENDARAI SEPEDA LEWAT TROTOAR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MELATI MENGGIRING SEPEDANYA MELALUI JEMBATAN PENYEBRANGAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">LONG SHOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>MELATI MEMARKIRKAN SEPEDA DI KANTORNYA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Selain Ojan, ada juga perempuan anggun bernama Melati yang menjadi anggota B2W. Perempuan yang bekerja menjadi karyawan swasta ini harus menempuh jarak 43 km dari rumahnya di Jati waringin jakarta Timur menuju kantornya di bilangan Bintaro.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INT. RUANGAN KANTOR MELATI – PAGI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MELATI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MID.CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MELATI:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Kebetulan ada teman sekantor yang naik sepeda, makanya aku coba ikutan, e&#8230;ternyata lebih hemat waktu dan ongkos. Biasanya aku ke kantor butuh waktu 1 setengah jam, tapi setelah naik sepeda aku hanya butuh waktu 1 jam saja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">17.INT. RUANGAN SEKRETARIAT</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">FOTO-FOTO PIAGAM PENGHARGAAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VIDEO PENGHARGAAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">PAN LEFT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">SOUVENIR B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">NARATOR :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Banyak sekali penghargaan yang pernah diraih oleh B2W, antara lain: dimobatkan sebagai Life Style dari Health magazine, menjadi salah satu brand populer dari Life Magazine. Tetapi penghargaan yang paling besar dan berarti adalah banyak teman.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">18.INT. SEKRETARIAT B2W – PAGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INU FEBIANA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">LONG SHOT DAN CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">ANAK KECIL YANG IKUT DALAM KEGIATAN B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">LONG SHOT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">ORANG TUA YANG IKUT MENGENDARAI SEPEDA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">SEMUA ORANG YANG IKUT KEGIATAN B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Tidak ada batasan untuk menjadi anggota B2W, siapapun, apapun statusnya, dimanapun, yang penting harus memiliki sepeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MID.CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INU FEBIANA:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span> </span>“ Kekuatan b2w sampai saat ini adalah netralitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INU FEBIANA:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Tidak ada batasan bagi siapapun untuk menjadi anggota b2w.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MID CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INU FEBIANA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Begitu juga dengan sepeda, tidak ada standarisasi untuk sepeda, yang jelas pengendara harus merasa safety.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">19.INT. RUANGAN KANTOR – SORE</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">TOTO SUGIANTO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MID.CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">TOTO SUGITO:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Harapan kedepan untuk b2w, semoga anggotanya semakin banyak dan sukses selalu. Sedangkan untuk menujang kegiatan b2w, semoga cepat direalisasikan jalan khusus sepeda, adanya parkir sepeda yang memedai, dan kamar mandi umum yang cukup. Semoga dapat terealisasikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CUT TO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">20.ZOOM OUT</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">BENNER B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">PAN RIGHT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>SOUVENIR B2W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">INTER CUT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">CLOSE UP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">PAPAN ALAMAT B2W, EMAIL, DAN NO TELEPON</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">VO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">NARATOR:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“ Untuk daftar menjadi anggota B2W, caranya mudah. Dapat langsung datang ke kantor sekretariat B2W, lewat email, milis, atau menghubungi telepon sekretariat B2W.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=66&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/11/27/contoh-skrip-bike-to-work/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/11/my-bike.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hari raya idul fitri</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/10/05/hari-raya-idul-fitri/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/10/05/hari-raya-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 10:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[waduh gak terasa dah 1 bulan lamanya kita berpuasa,,,,, meninggalkan semua larangnya dan menjauhi laranganya dari hawa nafsu selama satu bulan. semog gak hanya selama bulan puasa aja ya
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=63&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>waduh gak terasa dah 1 bulan lamanya kita berpuasa,,,,, meninggalkan semua larangnya dan menjauhi laranganya dari hawa nafsu selama satu bulan. semog gak hanya selama bulan puasa aja ya</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=63&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/10/05/hari-raya-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Akan segera tiba</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/20/ramadhan-akan-segera-tiba/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/20/ramadhan-akan-segera-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 17:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kedamaian bulan yang penuh ampunan dimana pintu-pintu surga dibuka,&#8230;semoga di bulan Ramadhan 1429 H ini adalah bualn yang penuh barokah&#8230;.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=54&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/08/masjid-namirah-arafat1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-58" src="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/08/masjid-namirah-arafat1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kedamaian bulan yang penuh ampunan dimana pintu-pintu surga dibuka,&#8230;semoga di bulan Ramadhan 1429 H ini adalah bualn yang penuh barokah&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahrialz.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahrialz.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=54&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/20/ramadhan-akan-segera-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/08/masjid-namirah-arafat1.jpg?w=225" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>whO ,,</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/19/41/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/19/41/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 14:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/19/41/</guid>
		<description><![CDATA[Acara peringatan 17 Agustus mank udah berlalau tapi terkadang makna yang didapatkan  sama sekali gak ada  ketika orang-orang sudah kurang peduli dengan apa yang dulu di perjuangkan oleh pejung-pejuang kita..,, marilah kita bangun semangat baru karena dari hal yang terkecil bisa memberikan suatuhal yang sangat berarti dan besar&#8230;,,, merdeka .. merdeka jangan pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=41&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/08/nana-copy1.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-50" src="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/08/nana-copy1.jpg?w=128&#038;h=73" alt="" width="128" height="73" /></a>Acara peringatan 17 Agustus mank udah berlalau tapi terkadang makna yang didapatkan  sama sekali gak ada  ketika orang-orang sudah kurang peduli dengan apa yang dulu di perjuangkan oleh pejung-pejuang kita..,, marilah kita bangun semangat baru karena dari hal yang terkecil bisa memberikan suatuhal yang sangat berarti dan besar&#8230;,,, merdeka .. merdeka jangan pernah lupakan semua usaha para pejuang kita,,. amien</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahrialz.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahrialz.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=41&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/08/19/41/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahrialz.files.wordpress.com/2008/08/nana-copy1.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Indonesia</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/07/29/hidup-indonesia/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/07/29/hidup-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 02:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya gw pergi juga nto bola, tapi lumayan seru lah wlaupun indonesia cuma menang 2-1, tapi dah lumayan menghibur semua orang yang datang ke stadion gelora bung karno&#8230; banyak kejadian-kejadian lucu awalnya seh penonton yang duduk di VIP aski-asik aja tapi lama kelaman penonton lain mulai masuk dengan cara  melewati pagar pembatas untuk masuk ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=30&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya gw pergi juga nto bola, tapi lumayan seru lah wlaupun indonesia cuma menang 2-1, tapi dah lumayan menghibur semua orang yang datang ke stadion gelora bung karno&#8230; banyak kejadian-kejadian lucu awalnya seh penonton yang duduk di VIP aski-asik aja tapi lama kelaman penonton lain mulai masuk dengan cara  melewati pagar pembatas untuk masuk ke area VIP jadi yang bayar kategori 1Rp.50.000 sama saja dengan yang bayar VIP Rp.100.000 gak kenapa-kenapa juga seh dari pada bangkunya kosong lebih baik diisi aja malu dong kalau ditonton sama negara lain kok penontonya sepi bangat,,dan kejadian dilanpangan dari mulai penonton yang meledek pemain newzeland yang sedang melakukan pemanasan dengan gaya sorakan tukul &#8220;YA,Ya,Ya&#8221; dan akirnya para pemain yang melakukan pemanasan jadi malu dan yang seru lagi pemain newzeland berlari tanpa menggunakan sepatunya karena terlepas dan para pementonpun bersorak&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahrialz.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahrialz.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=30&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/07/29/hidup-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>liburan kuliah</title>
		<link>http://fahrialz.wordpress.com/2008/07/24/liburan-kuliah/</link>
		<comments>http://fahrialz.wordpress.com/2008/07/24/liburan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 05:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahrialz</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahrialz.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[dah 2 minggu lebih gak kuliah rasanya bosen banget dirumah
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=3&subd=fahrialz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>dah 2 minggu lebih gak kuliah rasanya bosen banget dirumah</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahrialz.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahrialz.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahrialz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahrialz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahrialz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahrialz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahrialz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahrialz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahrialz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahrialz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahrialz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahrialz.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahrialz.wordpress.com&blog=4311481&post=3&subd=fahrialz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahrialz.wordpress.com/2008/07/24/liburan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fahrialz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>